Rabu, 21 April 2010

dimana..














hujan. rintiknya berkejaran. mengakulah, aku tahu kau tak datang dalam mimpiku tadi malam. Buktinya tak ada sandwich dengan selai strawberry pagi ini dan cangkirku tak berisi lagi.


yang terakhir masuk keperutku adalah dua sendok kopi pahit yang kuseduh dengan air panas mendidih. tanpa gula. mengepul harum. tadi malam. aku terlelap di tegukan terakhir. hey! bukankah harusnya aku terjaga?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar