Dandelion Prints on my Blue Ruffles Dress
Minggu, 26 Desember 2010
someday we'll know - New Radical #lagisenenglagi :P
Can't stop driving
I don't know why
So many questions
I need an answer
Two years later you're still on my mind
Whatever happened to Emelia Earhart
Who holds the stars up in the sky
Is true love once in a lifetime
Did the captain of the titanic cry
Someday we'll know
If love can move a mountain
Someday we'll know
Why the sky is blue
Someday we'll know
Why I wasn't meant for you
Does anybody know the way to Atlantis
Or what the wind says when she cries
I'm speeding by the place that I met you
For the 97th time tonight
Someday we'll know
If love can move a mountain
Someday we'll know
Why the sky is blue
Someday we'll know
Why I wasn't meant for you
Someday we'll know
Why Samson loved Delilah
One day I'll go
Dancing on the moon
Someday you'll know
That I was the one for you
I bought a ticket to the end of the rainbow
I watched the stars crash in the sea
If I could ask god just one question
Why aren't you here with me
Someday we'll know
If love can move a mountain
Someday we'll know
Why the sky is blue
Someday we'll know
Why I wasn't meant for you
Someday we'll know
Why Samson loved Delilah
One day I'll go
Dancing on the moon
Someday you'll know
That I was the One for you
Selasa, 16 November 2010
Yes, I'm a Product Lady! XD
Hari ini entah kesambet setan apa saya jadi rajin naujubile. Pagi pagi kekampus, ke perpustakaan trus ngampus deh. Mbengkel tepatnya. Ngelanjutin bikin model Kapal Selam Pasopati 1:200. Dimulai dari nempelin model body dari mika Vacuum, ngampelas, motong2, nyampur resin, nyetak berkali-kali sampai perfect, blablabla. Bukankah kedengaran sangat keren? :D
Pulangnya saya lanjutin dengan nggarap portofolio produk aplikasi angklung menjadi elemen interior yang uda jadi prototipnya buat dikumpul hari Kamis. Saya bertekad melebaykan porto ini selebay yang saya mampu kerjakan. Haha. Hasilnya, saya berhasil nyelesein 16 halaman sementara.Yahuuuyyy!! XD
Ngomong2 soal tugas model ini, saya jadi gak tahan buat menceritakan betapa sangat excitednya saya pas tau dapet mata kuliah modelling! *soksokan*. Bayangkan! Saya harus menghadapi gergaji manual maupun mesin yang bunyinya aja bikin bergidik, amplas mesin, CA jahat, cutter yang tiap saat mengancam, belum lagi debu dari serbuk kayu yang berterbangan dengan gembira di seluruh ruangan. Sip pokoke. Mengurangi jatah umur nek kenek TBC. Hahaha.
Tapitapitapi, meskipun pake keringet dingin, gemeteran, suah buang air besar (yang terakhir ini nggak ding), saya tetep nggergaji sendiri lhooo. Tapi tetep nyusahin anak2 cowok dengan ketakutan saya, alhasil mereka harus tabah denger ocehan2 ngeri saya selama proses motong kayu itu. Maap yo reeek.XD
Abis nggergaji, saya ngampelas manual tuh kayu dan takjub dengan hasilnya yang jadi putih mulus kayak pake lulur citra. Alhasil saya jadi semangat dan ngampelas dengan sepenuh jiwa raga. Mulus sih mulus, tapi besok paginya saya bangun dengan lengan puegel ampun2nan. Hurray!
At least saya gak nyesel kok kuliah di Despro, di Produk. Saya gak nyesel dibujuk bu Ellya masuk prodi Produk. Saya gak nyesel meski harus begadang bermalam2 buat ngerjain tugas. Saya gak nyesel harus mangkel setengah mati kalo dikasi deadline yang bener2 bikin DEAD. Saya gak nyesel pas Dasdes1 mesti luka2 gara2 cutter dan kawat ram. Saya gak nyesel pernah dibikin nangis mas Ryan pas GB2. Saya gak nyesel wes pokoknya. Karena saat2 begini ini pasti bakal saya kangenin pas saya tua nanti. Pas saya nimang anak. wuahahah.
Udah ah, udah mulai geje lagi. Lebih baik saya tidur sekarang. Takut besok gak kebangun buat shalat ied. :p
Selamat hari raya kurban!
Selamat tidur! :D
Minggu, 14 November 2010
Kapan Giliran Saya? : Sebuah catatan tentang kematian
Jumat, 12 November 2010
Nggoblok-goblokin orang emang enak, gampang dan terjangkau
Sejak kemaren saya sebel sama seseorang yang anehnya gak saya kenal sama sekali selain nama dan hubungan masa lalunya sama seseorang yang saya kenal dekat sekarang. Dia cewek, tipe cewek dengan sifat yang paling saya gak suka di permukaan bumi ini. Sok, belagak pinter, dan sangat amat skeptis. Amit amit sekali lah. Pertama saya tau dia saya biasa aja gak suka gak gak suka juga *hayoh ribet*. Biasa lah pokoknya.
Nah, kemaren secara gak sengaja saya tau dia suka nulis. Di blog, note fesbuk. Karena pada dasarnya saya emang suka ngebacain note2 orang jadi ya saya penasaran juga pengen tau tulisannya. Overall bahasa yang dia gunakan cukup 'pintar' dan menandakan cerdas. Tapi tapi tapi, setelah baca beberapa note nya kok saya jadi mangkel sendiri. Bukaaan. Dia gak nulis tentang saya lah disitu, kenal aja nggak. Tapi hampir semua tulisannya berisi kritikan, ketidaksukaan, keluhan, bahkan tak jarang hinaan buat hal hal tertentu yang dia anggap gak sesuai sama jalan fikirannya.
Okelah. Sebut cewek ini cerdas, blak blakan, ato apalah. Tapi mengkritik dengan menjudge orang bodoh dan idiot itu sama sekali gak keren kalo menurut saya. Dia terang-terangan menulis IDIOT dan GOBLOK di beberapa tulisannya dengan huruf kapital untuk mengungkapkan betapa seolah olah orang yang dia maksud itu bener2 gak punya otak, imbisil, gak bisa mikir. Sementara dari apa yang dia bahas saya kira dia gak seharusnya segitunya membandingkan dirinya sendiri dengan orang yang saya rasa 'wajar' kalo gak tahu apa yang dia tahu.
Oke, contoh kasus. Saya kayaknya gak usah nyeritain secara langsung tulisannya kayak apa kali ya. Tapi saya cari analogi yang tepat aja. Misal nih tuh cewek seorang sarjana dari jurusan desain ya. Otomatis pengetahuan dia tentang desain pasti jauh lebih banyak dari orang awam yang paling kalo denger kata 'desain' yang kepikiran cuma Ivan Gunawan. Nah, bayangin kejadian selanjutnya adalah si cewek ini dengan santainya nulis di blognya tentang pengalamannya ketemu pacar temennya yang dia bilang cantik tapi gak punya otak cuma karena tuh cewek gak ngerti apa itu typografi, ato pramana ato trimatra! Diteruskan dengan kalimat2 menyayangkan tentang cewek cantik gak punya otak, bisanya cuma gaya2an tok! lalu anehnya yang komen di note itu adalah temen2 dari si cewek yang notabene juga anak desain. semakin memperburuk keadaan dan ikiut2an ngegoblok2in dan ngetawain si cewek canti nan malang tadi diselingi dengan cemoohan plus selipan istilah2 desain lainnya.
Saya bengong sendiri dan mikir pake bahasa yang sangat Surabaya sekali:
"arek-arek iki gak popo ta?"
Yang diatas tadi cuma ilustrasi aja. Profesi si cewek sebenernya bukan desainer tapi selebihnya tidak saya ubah sedikitpun. Coba aja ganti profesinya jadi Tukang Jamu deh. Etis gak sih si tukang jamu dan temen2nya ngegoblok2in orang yang gak tau cara bikin beras kencur gimana?? Haha
yang paling kebangetan dari cewek ini adalah dia nge goblok2in orang buat hal2 yang gak seharusnya. contoh lagi. Dia abis ngereview film Harry potter and Half-blood Prince dan dengan seenaknya ngomong :
"..heran deh ya sama mereka yang bilang 'aduuh, kok Dumbledorenya mati siih' dan 'gak asyik ah bersambung lagi'. dasar IDIOT semua. MAKANYA BACA DULU BUKUNYA biar gak komen yang bikin elo keliatan makin goblok!.."
WTF! dia fikir dia siapa ngegoblok2in orang seenaknya? Dan apa dengan ngegoblok2in orang dia jadi keliatan pinter? Trus apa semua orang harus tau dan wajib baca Harry Potter? Gak kan? Ah. Pengen tak cakar ae rasane. Grrrr. hahah
Pacar saya bilang dia orangnya emang gitu, judes, dan suka nggoblok2in orang seenaknya, keras kepala dan selfish. Aih. Perpaduan watak yang sempurna untuk menghasilkan tulisan2 kayak gitu.
Nah, pertanyaannya, kenapa saya sudi meluangkan waktu untuk menulis tentang si cewek skeptis ini? Adalah karena ketidak setujuan saya sama cara dia. Apa ada yang salah sama orang yang gak tahu? Apa lantas kita bisa langsung seenaknya menyebut orang goblok cuma karena dia gak tau apa yang kita tau banget? gimana kalo tiba2 dia juga ternyata tau banget hal2 yang kita buta sama sekali? emang mau apa di goblok2in juga kayak kita ngegoblok2in dia?
Minggu, 07 November 2010
Indie Clothing Expo, Mocca dan Cewek Gaul :D
Kamis, 28 Oktober 2010
catatan penuh emosi
Senin, 17 Mei 2010
blooming red peony Share
Kita selalu bercerita tentang apa saja. Tentang pittosporum yang memagari pekaranganmu, tentang gaun aquamarine baruku, atau tentang mimpi-mimpi kita tinggal di neverland selamanya.
Suatu ketika, saat aroma cinnamon mengalun dari uap melange quartier tea diatas meja beranda, kau berkata, kau suka melihatku terlelap telungkup dengan kepala menoleh kesamping beralaskan tangan. Melihat kedamaian menelanku. Membiarkan angin meniup lembut rambutku. Aku tahu, biasanya kau akan langsung melukisku dan diam-diam menempel hasilnya didinding kamarmu. Kau bilang aku cantik. Mampu membuat para kolibri yang meracau di pucuk-pucuk sibbaldia bungkam. Dan kau berhasil membuat pipiku bersemu merah.
Ingatkah kau? Saat itu aku berbaring dengan kepala dipangkuanmu yang sedang melukis langit. Lalu kau bercerita tentang legenda Iguazu. Kau bilang, kau ingin seperti Taroba yang menculik Naipi, kekasihnya yang ingin dinikahi Tuhan. Kau bilang, mungkin kau mencintaiku jauh sebelum antediluvium. Aku cuma tersenyum, karena wajahmu begitu serius.
Kau memanggilku Lof. Persis seperti orang-orang Sheffield jika mengucap 'love'. Kau selalu mengagumi cara orang-orang Midland berbicara.
pun ketika langit berubah oranye gelap, wajahmu tetap bersinar. Jelas, seperti empat kerlip bintang trapesium rasi belantik di langit malam. Menunjukkan arah.
Kemudian kau biarkan aku terbenam dalam pelukanmu. Samar dapat kudengar kau menyanyikan sebait lagu
: si la poussiere emporte tes reves de lumiere, je serai ta lune, ton repere. Et si le soleil nous brule, je prierai qui tu voudras. Pour que tombe la neigi au Sahara. . .
jika harapanmu hancur berkepingkeping,aku akan menjadi bulan yang menerangi jalanmu. Matahari bisa membutakan matamu, aku akan berdoa pada langit, agar salju berderai di Sahara. . .
Malam turun. Biarkan aku terpejam. Aku masih ingin bersamamu.
(ed//16mei2010)